Kembali ke Beranda

Di Balik Gerakan ReFeed

Inovasi anak bangsa dari Universitas Tarumanagara (UNTAR) untuk menghentikan pemborosan makanan dan menyelamatkan lingkungan hidup.

Didukung & Dibina Oleh
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan TeknologiDiktisaintek Berdampak - KemendikbudristekSIMBelmawaProgram Kreativitas Mahasiswa (PKM)Universitas Tarumanagara (UNTAR)
Paradoks Pangan

Mengapa ReFeed Harus Ada?

Berdasarkan kajian Bappenas, Indonesia membuang antara 23 hingga 48 juta ton makanan setiap tahunnya — setara dengan kerugian ekonomi sebesar Rp 330 Triliun.

Di saat yang sama, jutaan keluarga masih menghadapi kerentanan pangan. Sampah makanan yang membusuk di TPA melepaskan gas metana (CH₄) — pemicu pemanasan global yang 28 kali lebih agresif dibanding CO₂.

ReFeed hadir menghubungkan surplus makanan dengan konsumen secara cepat, higienis, dan terjangkau.
48 Juta Ton
Makanan Terbuang / Tahun di RI
Sumber: Kajian Food Loss Bappenas
28x Lipat
Dampak Gas Metana TPA vs CO₂
Dihasilkan dari pembusukan sisa makanan basah
Model Ekosistem Sirkular

Tiga Pilar Penyelamatan Pangan

Solusi menyeluruh dari hulu ke hilir untuk memastikan tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

Pilar 1: Surplus Food Marketplace
Ekonomi Sirkular
Pencegahan di Hulu

Pilar 1: Surplus Food Marketplace

Menghubungkan restoran, bakery, kafe, dan supermarket untuk menjual makanan segar berlebih sebelum tutup dengan diskon 50-70%.

Sistem Terverifikasi ReFeed
Pilar 2: Waste-to-Energy Hub
Energi Terbarukan
Pengolahan di Hilir

Pilar 2: Waste-to-Energy Hub

Untuk bahan makanan yang sudah tak layak konsumsi (kulit buah, sayur layu, ampas kopi), ReFeed menyediakan jaringan Waste Hub untuk dikonversi menjadi biogas dan pupuk organik.

Sistem Terverifikasi ReFeed
Pilar 3: Food Bank & Donasi Sosial
Aksi Kemanusiaan
Solidaritas Sosial

Pilar 3: Food Bank & Donasi Sosial

Memfasilitasi donasi makanan berlebih layak konsumsi dari katering, hotel, dan perorangan untuk disalurkan ke yayasan sosial dan masyarakat yang membutuhkan.

Sistem Terverifikasi ReFeed
Inovasi Teknologi

Teknologi di Balik ReFeed

Memadukan kecerdasan buatan dan geolokasi mikro untuk penyelamatan makanan yang efisien.

Geo-Radar Engine

Algoritma lokasi real-time yang mencocokkan stok berlebih merchant dengan pembeli dalam radius 1 - 5 km seketika flash sale dibuka.

Smart Pantry AI

Model AI terintegrasi yang memprediksi masa simpan bahan makanan di kulkas dan merekomendasikan resep dari bahan sisa.

Automated Carbon Ledger

Sistem audit otomatis yang menghitung metrik reduksi emisi CO₂e dan jejak air virtual untuk sertifikasi keberlanjutan mitra.

Prinsip Kami

Nilai yang Kami Pegang Teguh

01

Setiap Butir Makanan Berharga

Pangan diproduksi dengan kerja keras petani, air, dan energi. Tidak boleh ada makanan layak yang berakhir sia-sia di tempat sampah.

02

Dampak Terukur & Transparan

Perubahan lingkungan harus nyata dan dapat diverifikasi dalam kilogram pangan, ton emisi karbon, dan penghematan biaya.

03

Solusi Menang Bersama (Win-Win-Win)

Konsumen berhemat, pebisnis kuliner mendapat pemasukan tambahan, dan bumi terlindungi dari emisi gas metana.

04

Visi Nol Sampah ke TPA

Menciptakan siklus tertutup di mana makanan diselamatkan, dan residunya diolah kembali menjadi energi bersih serta nutrisi tanah.

Jadilah Bagian dari Gerakan Food Hero

Unduh aplikasi ReFeed sekarang di Google Play atau daftarkan gerai kuliner Anda menjadi mitra resmi ReFeed.

Unduh di Google Play